MARKASJUDI88
- Terdakwa dalam kasus penodaan agama yaitu Basuki Tjahaja Purnama, menceritakan tentang film 'Finding Nemo' saat membacakan nota pembelaan atau pledoi di sidang kasus penistaan agama di auditorium Kementerian Pertanian, Selasa (25/4/2017).Cerita ini sempat disampaikan kepada anak-anak TK di Balai Kota.
Ahok juga ditanya oleh anak-anak TK tersebut mengenai apa alasannya hingga mau melawan semua orang dan berjuang melawan arus.
Pada awalnya, Ahok mengajak anak-anak menonton cuplikan film 'Finding Nemo' ketika banyak ikan terjebak jaring nelayan.
Melalui film itu, Ahok, sapaan Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan pentingnya keteguhan hati, meskipun harus melawan arus.
Didalam film tersebut, Nemo yang merupakan tokoh utama, mengajak sekumpulan ikan-ikan yang terjaring untuk berenang ke arah bawah.
Semula ajakan itu tidak dipedulikan ikan-ikan yang terjebak jaring.
Melihat hal itu, Ayah Nemo khawatir anaknya terangkat jaring.
Tetapi, Nemo memastikan apabila ingin ikan-ikan lain mengikuti berenang ke bawah melawan arus supaya terbebas dari jaring.
MARKASJUDI88 GUDANG PREDIKSI TOGEL DAN BOLA TERPERCAYA TERJITU
"Nemo yang mengetahui, Nemo meminta berenang berlawanan arah, kira-kira menurut tidak? Tidak menurut awalnya," tutur Ahok di persidangan menceritakan mengenai kisah 'Finding Nemo', di sidang kasus penistaan agama di auditorium Kementerian Pertanian, Selasa (25/4/2017).
Hingga akhirnya, ikan-ikan lain menuruti permintaan Nemo itu.
Mereka berenang ke bawah dan terbebas dari jaring nelayan.
Ahok menjadikan cerita itu sebagai inspirasi sebagai upaya menjawab pertanyaan anak-anak TK tersebut.
"Begitu terlepas, ada tidak ikan yang berterima kasih ke Nemo yang terkapar pingsan? Tidak ada," ujar Ahok.
SARANA118 AGEN JUDI TOGEL ONLINE TERPERCAYA
Melalui cerita itu, dia menjelaskan, apa yang harus dilakukan, sekali pun melawan arus, melawan semua orang berbeda arah, tetapi harus tetap teguh.
"Semua tidak jujur, tidak apa-apa, asal kita sendiri jujur. Mungkin setelah itu tidak ada yang terima kasih sama kita, kita tidak peduli karena Tuhan yang menghitung untuk kita, bukan orang," kata Ahok.
Dia mengibaratkan dirinya sebagai Nemo yang berada di tengah-tengah DKI Jakarta.
"Banyak orang tanya ke saya, kamu siapa? Saya bilang saya hanya seekor ikan kecil Nemo di tengah Jakarta. Ini pelajaran untuk kita, lalu disambut tepuk tangan anak-anak, sambutan anak-anak kecil memberikan saya penghiburan dan kekuatan baru, melawan arus menyatakan kebenaran," tambah Ahok.

Komentar
Posting Komentar